Bajawa (18/06/2025) Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Ende, Eko Agus Budi Darmawan, S.F., Apt., M.Pharm., melakukan koordinasi dengan Bupati Ngada, Raymundus Bena, S.S., M.Hum., dalam rangka memperkuat pengawasan obat dan makanan di Kabupaten Ngada.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Balai POM di Ende menyampaikan bahwa Loka POM di Kabupaten Ende telah resmi meningkat statusnya menjadi Balai POM. Dengan peningkatan status tersebut, Balai POM di Ende memiliki cakupan dan target pengawasan yang lebih luas sehingga diperlukan peningkatan koordinasi dan sinergi antara Balai POM dan pemerintah daerah guna mendukung efektivitas pengawasan.
Selain pengawasan obat dan makanan, koordinasi juga membahas dukungan Balai POM di Ende terhadap program One Village One Product (OVOP) yang digaungkan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur. Dalam hal ini, Bupati Ngada menyoroti potensi produk lokal, khususnya minuman beralkohol tradisional "Moke", yang diproduksi oleh pelaku UMKM di wilayahnya.
Moke merupakan minuman khas Nusa Tenggara Timur yang dibuat melalui fermentasi dan penyulingan nira pohon lontar atau enau. Produk ini menjadi bagian dari identitas budaya lokal sekaligus peluang ekonomi masyarakat terutama di Kabupaten Ngada.
Bupati Ngada mengajak Balai POM di Ende sebagai second layer pengawasan untuk turut mendukung keberhasilan UMKM Moke di Kabupaten Ngada. Peran Balai POM di Ende diharapkan dalam bentuk pendampingan kepada pelaku usaha, khususnya dalam menyiapkan sarana dan prasarana produksi sesuai dengan persyaratan untuk memperoleh Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).
Melalui koordinasi ini, diharapkan sinergi antara Balai POM di Ende dan Pemerintah Kabupaten Ngada semakin kuat, baik dalam pengawasan obat dan makanan maupun dalam mendukung pengembangan UMKM lokal yang aman, bermutu, dan berdaya saing.