Ngada, 23 Juni 2026 – Balai POM di Ende melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas SAPA) di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Ngada. Kegiatan ini merupakan tahapan akhir dari rangkaian pelaksanaan Program Germas SAPA Tahun 2026 di Kabupaten Ngada.
Program Germas SAPA merupakan integrasi dari tiga program prioritas keamanan pangan, yaitu Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD), Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK), dan Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan (SAPA Sekolah). Melalui sinergi ketiga program tersebut, masyarakat di lingkungan desa, pasar, dan sekolah didorong untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kemampuan dalam menerapkan prinsip keamanan pangan guna melindungi diri dari pangan yang berisiko terhadap kesehatan.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, S.P., didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Ngada, Dr. Nicolaus Noywuli, S.Pt., M.Si. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ngada menegaskan bahwa pangan yang aman merupakan kebutuhan dasar yang harus dijamin demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk memastikan keamanan pangan dapat diterapkan secara berkelanjutan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Balai POM di Ende, Eko Agus Budi Darmawan, S.F., Apt., M.Pharm., menyampaikan bahwa Program Germas SAPA diharapkan mampu mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus membangun kemandirian dalam penerapan keamanan pangan di lingkungan masing-masing.
Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari berbagai lintas sektor, antara lain Sekretariat Daerah, Bapperida, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Kementerian Agama, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas PMD-P3A, Dinas PMPTSP, serta perwakilan desa, pasar, dan sekolah intervensi di Kabupaten Ngada.
Pada sesi panel, peserta memperoleh materi mengenai pelaksanaan pengawasan keamanan pangan di Kabupaten Ngada yang disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Ngada. Selanjutnya, Kepala Balai POM di Ende memaparkan hasil monitoring dan evaluasi Program Germas SAPA Tahun 2026. Kegiatan juga diisi dengan penyampaian testimoni, kesan, dan pesan dari kader desa, kader sekolah, serta kader pasar yang telah terlibat aktif dalam pelaksanaan program.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, setiap lokasi intervensi di tingkat desa, pasar, dan sekolah menyusun rencana aksi sebagai tindak lanjut yang akan dilaksanakan pada Tahun 2027. Penyusunan rencana aksi tersebut bertujuan untuk memastikan keberlanjutan program secara mandiri meskipun pendampingan langsung dari Balai POM di Ende telah berakhir.
Dalam penutupan kegiatan, Kepala Balai POM di Ende menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Menurutnya, pangan yang aman merupakan fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berkualitas. “Keamanan pangan bukan hanya urusan pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena pada prinsipnya, bukan pangan jika tidak aman,” tegasnya.
Yovita, Kader Desa Pangan Aman Beiwali, menyampaikan bahwa program ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat desa. Menurutnya, Program Germas SAPA telah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai keamanan pangan dan pencegahan stunting. “Program ini sangat berguna bagi kami di desa karena menambah pengetahuan tentang keamanan pangan dan pencegahan stunting di Desa Beiwali,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan Germas SAPA Tahun 2026, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam menerapkan prinsip keamanan pangan di lingkungan masing-masing. Selain itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada diharapkan dapat mereplikasi program ini secara berkelanjutan sehingga manfaat edukasi dan budaya keamanan pangan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.