Layanan

Muhammad Bintang Pamungkas, S.KM.

Layanan Pengaduan Masyarakat dan Informasi Obat dan Makanan

  • Senin - Jumat, Kamis
  • 08.00 - 16.30, 08.00 - 16.00

Paulus Febrianto Silor, S. Farm., Apt

Layanan Sertifikasi Pemenuhan Aspek Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik

  • Senin - Jumat, Kamis
  • 08.00 - 16.30, 08.00 - 16.00

Tiki Masindi, S. Si

Layanan Pengujian Obat dan Makanan

  • Senin - Jumat, Kamis
  • 08.00 - 16.30, 08.00 - 16.00

Fatmawati Batra, S.T.P.

Layanan Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik

  • Senin - Jumat, Kamis
  • 08.00 - 16.30, 08.00 - 16.00

Fransisca Zagita Tielman, S. Farm., Apt

Layanan Sertifikasi Cara Distribusi Obat Yang Baik

  • Senin - Jumat, Kamis
  • 08.00 - 16.30, 08.00 - 16.00

Nanda Qonitah, S. Si

Layanan Pengujian Obat dan Makanan

  • Senin - Kamis, Jumat
  • 08.00 - 16.30, 08.00 - 16.00

Kosmetik dengan komposisi dari kosmetik jadi yang telah memiliki notifikasi BPOM, maka dibutuhkan kerjasama dengan pihak pemilik produk tersebut. Kerjasama itu nantinya akan didapatkan informasi terkait kosmetik yang digunakan sebagai bahan, sepeti komposisi dari kosmetik tersebut. Jika kosmetik memiliki bahan tambahan tertentu misal pengawet, kadar pengawet pada setiap bahan harus diketahui untuk melihat apakah masih dalam rentang yang diperbolehkan sesuai dengan PerKa BPOM Nomor 23 Tahun 2019 dan PerKa BPOM No. 18 Tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika.

Alur Pendaftaran :

  1. Pengajuan denah produksi kosmetika melalui https://e-sertifikasi.pom.go.id/

  2. Pengajuan sertifikasi Cara Produksi Kosmetik yang Baik (CPKB), sebelumnya dilakukan pemeriksaan sarana produksi

  3. Pendaftaran notifikasi komsetika melalui https://notifkos.pom.go.id/Biaya tiap tahapan pendaftaran produk kosmetik

  • Pendaftaran Denah Pabrik golongan A : Rp 250000; golongan B : Rp 100000

  • Sertifikat CPKB Menengah : Rp 5000000; Kecil dan Mikro : Rp 1000000

  • Notifikasi Kosmetik : Rp 500000

Proses registrasi kosmetik diawali dengan pengajuan persetujuan denah layout sarana produksi melalui e-sertifikasi.pom.go.id kemudian pemeriksaan sarana produksi kosmetik untuk memperoleh Sertifikat CPKB/Penerapan Aspek CPKB dengan selanjutnya pengajuan registrasi produk melalui notifkos.pom.go.id

Proses registrasi OT diawali dengan pengajuan sertifikat CPOTB Bertahap melalui e-sertifikasi.pom.go.id dengan selanjutnya pengajuan registrasi produk melalui asrot.pom.go.id. Produk OT untuk UMOT hanya boleh memproduksi cairan obat luar, parem, pilis, tapel sehingga minyak oles dapat masuk dalam kelompok Usaha Mikro Obat Tradisional

Langkah pertama yang harus dilakukan dipastikan tempat usaha harus memiliki nomor izin berusaha (NIB), memiliki sertifikat CPTOB, akte notaris dan surat kuasa sebagai penanggung jawab akun perusahaan kemudian melakukan pendaftaran akun perusahaan di website https://asrot.pom.go.id. setelah mendapat notifikasi persetujuan lakukan registrasi produk. apabila telah memenuhi syarat maka akan mendapatkan nomor izin edar

 

Persyaratan Pemeriksaan Sarana oleh Badan POM yaitu :

1. Izin usaha produksi

2. NPWP

3. Denah layout

4. Penjelasan proses produksi

5. Penjelasan peralatan yang digunakan

6. Deskripsi produk

7. Standar Operasional Prosedur

Minuman beralkohol termasuk produk pangan olahan wajib izin edar Badan POM sehingga persyaratan perizinan produk minuman beralkohol sama dengan persyaratan perizinan pangan olahan lain, hanya saja untuk Izin Usaha Industri harus diterbitkan oleh BPKM Pusat.

Apabila mengacu pada Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020, produk minuman tradisional Bali seperti Arak Bali dapat didaftarkan izin edar Badan POM selama memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan atau petani Arak Bali dapat menyalurkan produknya melalui koperasi untuk kemudian dijadikan bahan baku oleh perusahaan yang ditunjuk sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali tersebut, sehingga pendaftaran izin edar dilakukan oleh perusahaan.

Produk kopi bubuk dapat didaftarkan dengan izin edar sebagai Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) atau BPOM MD. Apabila sarana produksi kopi bubuk masih di rumah tangga dengan peralatan manual hingga semi otomatis, maka dapat didaftarkan untuk memperoleh izin edar PIRT yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan. Namun, apabila produk kopi bubuk tersebut sarana produksinya di rumah tangga tetapi peralatan yang digunakan sudah otomatis hingga canggih, maka produk kopi bubuk harus mendaftarkan produknya di Badan POM dengan memindahkan sarana produksi dari rumah tangga.

 

Produk sabun cuci tangan, sabun cuci piring, sabun cuci baju, pewangi bukan termasuk kosmetik namun PKRT (Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga) yang perizinannya berada di bawah Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan.

 

Pendaftaran pangan segar maupun penerbitan sertifikat dilaksanakan oleh kementerian terkait.

  1. Pendaftaran Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dikelola oleh OKKP Provinsi dan OKKP Pusat di bawah Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian.

  2. Pendaftaran Pangan Segar Asal Hewan (PSAH) dikelola oleh Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian.

  3. Penerbitan Sertifikat Kelayakan Pengolahan Pangan Segar Produk Perikanan dikelola oleh Direktorat Pengolahan dan Bina Mutu, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sesuai PerBPOM No. 22 tahun 2018 tentang Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga,produk ikan kering termasuk kategori produk pangan yang dapat didaftarkan sebagai PIRT di Dinas Kesehatan Kota.

Proses pendaftaran dimulai dengan menghubungi kantor DPMPTSP Kota Tarakan untuk memperolah Nomir Izin Berusah (NIB) kemudian ybs. mengikuti penyuluhan keamanan pangan dari Dinas Kesehatan Kota Tarakan. Setelah itu sarana akan diperiksa oleh petugas Dinas Kesehatan Kota Tarakan. Apabila memenuhi syarat akan diberikan rekomendasi penerbitan  SPP-IRT. Selanjutnya DPMPTSP akan menerbitkan SPP-IRT.

 

Untuk menjadi importir pangan olahan pertama-tama pelaku usaha melakukan registrasi akun perusahaan di website e-reg.pom.go.id. Data dukung yang dubutuhkan:

  1. NPWP

  2. Izin Usaha (API/SIUP/IT)

  3. Hasil audit sarana distribusi (PSB)

  4. Sertifikat Kesehatan (Health Certificate) / Setifikat free sale

  5. Surat Penunjukan (LOA)

  6. Sertifikat GMP/HACCP/ISO22000

 

Sesudah memiliki akun perusahaan, maka pelaku usaha dapat mendaftarkan produk yang ingin diimport dengan data dukung:

  1. Hasil analisa (untuk produk risiko tinggi dan sedang)

  2. Komposisi

  3. Proses Produksi

  4. Penjelasan Masa Simpan

  5. Penjelasan Masa Kadaluarsa

  6. Spesifikasi Bahan

  7. Rancangan Label

  8. Sertifikat Kesehatan (Health Certificate) / Setifikat free sale

  9. Surat Penunjukan (LOA)

  10. Sertifikat GMP/HACCP/ISO22000

  11. Foto Produk

  12. Label Terjemahan (jika perlu)

Produk dengan penyimpanan beku (frozen food) harus didaftarkan di Badan POM sebagai produk MD. Untuk produk MD, sarana produksi harus terpisah dari pengolahan rumah tangga. Industri harus punya izin produksi, NPWP, SOP, hasil uji produk dan persyaratan administrasi lainnya. Setelah sarana produksi siap, pelaku usaha dapat mengajukan permohonan pemeriksaan sarana industri ke Loka POM di Kota Tarakan. Setelah diperiksa dan mendapatkan nilai B, maka industri akan diberikan surat rekomendasi. Setelah itu industri dapat mengajukan pendaftaran produk pangan ke Badan POM secara online ke www.e-reg.pom.go.id

 

Sarana