Jaga Potensi Pangan Lokal, Balai POM di Ende Dukung Pelestarian Kopi Turajaji

23-09-2026 Balai POM di Ende Dilihat 34 kali

Ende, 22 September 2026 – Upaya melestarikan dan mengembangkan Kopi Turajaji sebagai salah satu kekayaan kopi lokal Flores terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Komitmen tersebut ditandai dengan Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji yang berlangsung di Pondok Coffee Mondi, Dusun Detubapa, Desa Wolofeo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende.

Kegiatan yang digagas oleh Istana Sehat bersama Ende Smart Community, Pondok Coffee Mondi, RRI Ende, serta sejumlah mitra terkait tersebut dihadiri oleh Bupati Ende, Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu (TNK) Ende, anggota DPRD Kabupaten Ende, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Ende, Dekopin NTT, serta puluhan perwakilan petani Kopi Turajaji dari 22 desa di Kabupaten Ende.

Kepala Balai POM di Ende turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian komoditas lokal sekaligus pengembangan potensi pangan daerah. Kehadiran Balai POM di Ende menjadi bagian dari komitmen untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan potensi lokal agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara aman, bermutu, dan berkelanjutan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta menyaksikan secara langsung proses persemaian ribuan bibit Kopi Turajaji di lahan Pondok Coffee Mondi. Taman pembibitan ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk memperbanyak dan menjaga keberlangsungan tanaman Kopi Turajaji, sekaligus mendukung ketersediaan bibit bagi masyarakat dan petani.

Founder Istana Sehat sekaligus penggagas kegiatan, Ferdinandus Rega, menyampaikan bahwa Kopi Turajaji merupakan kopi lokal Flores yang memiliki sejarah panjang di wilayah tersebut. Menurutnya, Kopi Turajaji telah dibawa ke Flores sejak ratusan tahun lalu oleh para misionaris dari Ordo Dominikan.

Kepala Balai POM di Ende, Eko Agus Budi Darmawan, S.F., Apt., M.Pharm. menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inisiatif pelestarian Kopi Turajaji. Menurutnya, pelestarian komoditas lokal perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai keamanan dan mutu pangan, terlebih apabila komoditas tersebut dikembangkan lebih lanjut menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.

“Potensi pangan lokal seperti Kopi Turajaji tidak hanya perlu dijaga keberadaannya, tetapi juga perlu dikembangkan dengan memperhatikan aspek keamanan dan mutu. Dengan kolaborasi lintas sektor, kita dapat bersama-sama mendorong agar potensi ini memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya para petani,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan komoditas lokal juga membuka peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi produk sekaligus memperkenalkan kekayaan pangan daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Untuk itu, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, petani, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi penting dalam memastikan pengembangan berjalan secara berkelanjutan.

Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberadaan kopi lokal Flores. Tidak hanya menjadi upaya memperbanyak bibit, keberadaan taman pembibitan diharapkan dapat mendukung keberlanjutan Kopi Turajaji sekaligus membuka ruang bagi pengembangan potensi pangan lokal agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.

 

Sarana