Ende - Stunting masih menjadi masalah yang serius di Indonesia, dan perlu di tindak lanjuti dengan segera agar anak tidak tumbuh menjadi manusia dewasa yang produktivitasnya rendah, yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, serta menimbulkan persoalan ketimpangan dan kemiskinan. Karena hal tersebut akan mempengaruhi terwujudnya Indonesia Emas tahun 2045.
BPOM merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang memiliki wewenang melakukan Pengawasan Obat dan Makanan juga turut andil dalam menekan angka stunting di Indonesia. Dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, BPOM bertugas untuk melakukan pengawalan keamanan pagan dan monitoring pangan fortifikasi di lapangan secara berkala. Maka diharapkan setiap UPT di BPOM untuk mengimplementasikan kegiatan untuk mendukung rencana aksi Penurunan Stunting.
Maka pada kesempatan ini, Loka POM di Kabupaten Ende melakukan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi di desa Emburia, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Diselenggarakannya kegiatan di desa tersebut atas dasar data dengan tingkat stunting tertinggi di Kabupaten Ende, dimana desa Emburia merupakan desa dengan angka stunting tertinggi ke 4 pada tahun 2023.
Kegiatan KIE dengan tema “Sosialisasi Cerdas Pangan Aman Untuk Mencegah Stunting” ini dihadiri oleh tenaga kesehatan, ibu-ibu menyusui, ibu rumah tangga, serta kader desa Emburia. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wilhelmus Hami, S.Kep.Ns.M.Kes, Kepala Bidang Keluarga Berencana, sebagai narasumber yang membawakan materi bahaya dan pencegahan stunting pada anak dan kesehatan ibu hamil. Dimana dalam materinya menyampaikan bahwa “Keluarga Berencana bukan membatasi atau melarang anda mempunyai anak, tetapi mempunyai keluarga berkualitas, yang berorientasi pada penurunan stunting”.
Selain itu juga diinformasikan kepada peserta terkait dengan 5 kunci keamanan pangan dan pangan fortifikasi, selain itu juga diberikan edukasi kepada peserta tentang Cek KLIK dan BPOM Mobile. “Diharapkan apa yang kita makan, gizinya dapat terpenuhi salah satu caranya dari mengkonsumsi pangan fortifikasi”. Bintang Pamungkas, S.KM, Koordinator Informasi dan Komunikasi Loka POM di Kabupaten Ende menambahkan.
Diharapkan setelah kegiatan ini diselenggarakan mampu untuk meningkatkan pengetahuan terkait keamanan pangan untuk mencegah stunting, mampu merubah pola dan perilaku masyarakat menjadi lebih baik dalam memberikan gizi untuk anak dan ibu hamil serta mampu membentuk konsumen yang cerdas dalam mencegah permasalahan stunting.