Nagekeo, 11 Juni 2026 – Dalam rangka mendukung upaya pengendalian Resistensi Antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR) serta menjamin keamanan pangan asal hewan, Balai POM di Ende melaksanakan koordinasi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo terkait monitoring penggunaan antimikroba pada sektor peternakan.
Kegiatan koordinasi yang berlangsung bersama Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo, Ir. Klementina Dawo, menjadi sarana pertukaran informasi sekaligus penguatan sinergi lintas sektor dalam pengawasan penggunaan antimikroba pada hewan ternak.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, komoditas peternakan yang paling banyak dibudidayakan masyarakat Kabupaten Nagekeo meliputi ayam, sapi, dan unggas petelur. Apabila ditemukan hewan yang mengalami gangguan kesehatan, pemantauan dan penanganan awal dilakukan melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) oleh dokter hewan yang bertugas di masing-masing wilayah. Langkah tersebut merupakan bagian dari sistem pelayanan kesehatan hewan untuk memastikan ternak memperoleh penanganan yang tepat sesuai indikasi medis.
Pada kesempatan tersebut, Balai POM di Ende mengimbau Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo untuk terus melakukan pemantauan terhadap praktik penggunaan antimikroba pada hewan ternak, khususnya dengan memastikan tidak digunakannya antimikroba yang diperuntukkan bagi manusia pada hewan. Penggunaan antimikroba manusia pada hewan berpotensi menimbulkan ketidaktepatan dosis, meningkatkan risiko residu pada pangan asal hewan, serta berkontribusi terhadap terjadinya resistensi antimikroba.
Selain itu, Balai POM di Ende juga mendorong penerapan praktik pemeliharaan ternak yang baik melalui peningkatan daya tahan tubuh hewan dengan pemanfaatan probiotik serta penerapan biosekuriti sesuai ketentuan yang berlaku. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan antimikroba sekaligus mendukung kesehatan hewan secara berkelanjutan.
Melalui koordinasi dan penguatan kolaborasi lintas sektor, diharapkan pengawasan penggunaan antimikroba pada sektor peternakan dapat berjalan lebih optimal sehingga mampu melindungi kesehatan hewan, menjamin keamanan pangan asal hewan, serta menjaga kesehatan masyarakat.