Selasa, 21/05/2024, Pada tahun 2018 BPOM melakukan survey pada 176 apotek di 5 provinsi, dari hasil survey pengawasan BPOM tersebut diperoleh data sebanyak 83,52% apotek melakukan penyerahan antimikroba tanpa resep dokter. Dari hasil survey ini dapat disimpulkan bahwa kedepannya penyebaran aintimikroba yang tidak terkendali dapat berpotensi merugikan di berbagai sektor khususnya kesehatan. Loka POM di Kabupaten Ende (BPOM) bersama Pemerintah Daerah Kab. Ngada berkomitmen untuk mencegah laju Antimicrobial Resistance (AMR) atau Resistensi Antimikroba yaitu dengan menyelenggarakan Awareness dan Koordinasi Lintas Sektor di Kabupaten Ngada Sebagai Upaya Pengendalian Antimikroba di Kab. Ngada.
Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Korina, Bajawa ini dihadiri oleh Perwakilan Sarana Kefarmasian di Kab. Ngada, Dinas Kesehatan Kab. Ngada, DPMPTSP Kab. Ngada, Dinas Peternakan Kab. Ngada, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kab. Ngada, Organisasi Profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) PC Ngada, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) PC Ngada, serta Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) PC Ngada.
Dalam sambutannya, Kepala Loka POM di Kab. Ende menyampaikan bahwa ini juga sebagai bentuk implementasi Permenko PMK Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba. “Dengan diselenggarakan kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektifitas pengawasan antimikroba serta memberikan awareness kepada pelaku usaha di sarana distribusi dan pelayanan kefarmasian dalam pengelolaan AMR di Kabupaten Ngada” ujar Benny Hendrawan Prabowo dalam sambutannya.
Selanjutnya diberikan pemaparan materi kepada peserta dengan narasumber yaitu perwakilan IDI PC Ngada (dr. Apolonia Aurensia A. Waro) terkait Peran IDI Dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba, Perwakilan IAI PC Ngada (Maria Yasinta Klara Geme, S.Farm.,Apt) terkait Peran IAI Dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba, dan juga Kepala Loka POM di Kab. Ende (Benny Hendrawan Prabowo, S.Farm.,Apt) terkait Hasil Pengawasan Sarana Kefarmasian dan Peran BPOM Dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan antimikroba secara rasional dan dilakukan sesuai ketentuan/regulasi yang ada. Sebagai penutup kegiatan, dilaksanakan Penandatanganan Komitmen Bersama Pengendalian Antimicrobial Resistance (AMR) oleh seluruh peserta sebagai simbol bahwa kedepannya BPOM dan lintas sektor terkait sudah satu visi dan misi dalam Upaya Pengendalian AMR di Kabupaten Ngada.